Pipa PVC (Polyvinyl Chloride) merupakan salah satu jenis pipa yang paling sering digunakan untuk sistem instalasi air di rumah, mulai dari saluran air bersih, pembuangan limbah, hingga ventilasi udara.
Sifatnya yang ringan, tidak berkarat, serta mudah dipasang membuatnya menjadi pilihan populer di berbagai proyek bangunan.
Karakteristik Umum Pipa PVC
Beberapa keunggulan utama dari pipa PVC antara lain:
– Tahan air dan korosi
– Bobot ringan dan mudah dibawa
– Tahan terhadap pembusukan
– Proses instalasi praktis
– Cukup lentur untuk berbagai aplikasi
Fungsi utamanya meliputi:
– Menyalurkan air bersih dan limbah rumah tangga
– Menjadi pelindung jalur kabel listrik
– Cocok untuk sambungan air bertekanan tinggi seperti kran atau penyiram tanaman
– Digunakan dalam sistem irigasi atau ventilasi bangunan
– Dimanfaatkan dalam sistem subduct untuk infrastruktur telekomunikasi
Klasifikasi Pipa PVC Berdasarkan Kebutuhan
1. Berdasarkan Ketebalan (Kelas Tekanan)
– Kelas AW: Pipa dengan dinding paling tebal, mampu menangani tekanan air hingga 10 kg/cm². Umumnya digunakan untuk saluran air bersih dari pompa ke instalasi rumah.
– Kelas D: Cocok untuk tekanan sedang (hingga 5 kg/cm²), sering dipakai untuk limbah atau air buangan.
– Kelas C: Ketebalannya paling tipis dan biasa digunakan sebagai pelindung kabel listrik dan data.
2. Berdasarkan Bentuk
– Pipa MOF: Ujungnya memiliki diameter berbeda, bisa disambung langsung tanpa fitting tambahan.
– Fitting PVC: Berbentuk T, L, dan lainnya untuk menyatukan beberapa pipa sekaligus.
– Pipa Talang: Dirancang berbentuk U, biasanya dipasang di atap untuk menyalurkan air hujan.
3. Berdasarkan Material
– PVC Konvensional: Mengandung BPA, hanya aman untuk air limbah.
– uPVC (Unplasticized PVC): Bebas BPA, aman digunakan untuk air bersih.
– PVC-O (Oriented PVC): Merupakan versi modern dari uPVC dengan kekuatan dan kelenturan lebih baik, serta ketahanan retak yang tinggi.
Standar Mutu Pipa PVC
– SNI (Standar Nasional Indonesia): Panjang pipa sekitar 5–6 meter, pemasangan menggunakan lem atau ring karet.
– JIS (Japanese Industrial Standard): Umumnya tersedia dalam tipe AW, D, dan C. Penyambungan memakai lem khusus PVC atau solvent cement.
Produk Pipa Urbana: Solusi Modern untuk Instalasi Air dan Limbah
Urbana adalah produsen pipa PVC dan HDPE yang mengedepankan teknologi tinggi, ramah lingkungan, dan material berkualitas untuk memenuhi kebutuhan instalasi di berbagai sektor, mulai dari rumah tinggal, perumahan, hingga gedung bertingkat dan jaringan PDAM.
Kelebihan Pipa Urbana:
– Teknologi mesin terkini
– Desain ramah lingkungan
– Bisa diberi label custom
– Produk baru dengan kualitas teruji
Mengenal Pipa HDPE (High-Density Polyethylene)
Pipa HDPE adalah pengembangan dari bahan PE dengan elastisitas tinggi, bisa digulung, dan cocok untuk kondisi medan sulit seperti pegunungan, rawa, dan area rawan gempa.
Pipa HDPE Urbana tahan terhadap karat, bahan kimia, dan suhu rendah. Sudah bersertifikasi food grade dan memiliki label ramah lingkungan.
Keunggulan Pipa HDPE:
– Fleksibel: Ideal untuk medan ekstrem
– Tahan retak: Material tahan terhadap tekanan dan benturan
– Anti-korosi: Tidak mudah berkarat
– Ringan dan mudah dipasang
– Daya tahan terhadap bahan kimia tinggi
– Umur pakai lebih dari 50 tahun
– Metode sambungan beragam (butt fusion, electrofusion, dll.)
– Permukaan licin, minim sedimentasi dan abrasi
– Cocok untuk berbagai cuaca
Aplikasi Pipa PVC Urbana
Untuk Air Limbah
Pipa PVC Urbana berstandar SNI dengan warna cokelat dan panjang 5,8–6 meter. Cocok untuk menyalurkan air limbah dari rumah tangga dan industri yang mengandung zat berbahaya bagi lingkungan.
Untuk Air Bersih dan Minum
Pipa air minum Urbana dibuat dari uPVC berkualitas tinggi dan bisa didaur ulang. Panjang standar 6 meter per batang. Bisa digunakan di proyek PDAM, perumahan, perkebunan, dan infrastruktur umum.
Rekomendasi Aplikasi Berdasarkan Jenis Pipa
– Pipa AW: Untuk air bertekanan, misalnya dari pompa ke kran atau shower.
– Pipa D: Untuk air buangan tanpa tekanan, seperti dari kitchen sink atau kloset.
Tekanan Hidrostatik Minimum:
– AW: 10 kg/cm²
– D: 5 kg/cm²







