Isu mikroplastik semakin mendapat perhatian luas karena dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah dugaan bahwa pipa PVC lama dapat menjadi sumber mikroplastik dalam air minum.
Pertanyaannya, apakah ancaman mikroplastik dari pipa PVC lama benar-benar terbukti secara ilmiah, atau hanya sekadar mitos? Artikel ini membahas fakta, temuan ilmiah, dan konteks penggunaannya dalam sistem perpipaan.
Apa Itu Mikroplastik?
Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil, umumnya kurang dari 5 milimeter. Partikel ini dapat berasal dari degradasi plastik berukuran besar atau diproduksi secara langsung dalam ukuran mikro. Mikroplastik ditemukan di berbagai media, mulai dari air, tanah, hingga udara.
Karakteristik Pipa PVC
Pipa PVC (Polyvinyl Chloride) telah lama digunakan dalam sistem air bersih dan sanitasi karena sifatnya yang ringan, tahan korosi, dan ekonomis.
Secara struktur, PVC merupakan polimer yang stabil dan tidak mudah terurai dalam kondisi penggunaan normal. Namun, faktor usia, kualitas material, dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi performanya.
Apakah Pipa PVC Lama Menghasilkan Mikroplastik?
Secara ilmiah, pelepasan mikroplastik dari pipa PVC bukan merupakan fenomena umum dalam sistem air bertekanan normal.
Penelitian menunjukkan bahwa PVC lebih cenderung mengalami degradasi kimia dan mekanis secara perlahan, bukan terfragmentasi menjadi mikroplastik dalam jumlah signifikan.
Risiko pelepasan partikel dapat meningkat jika pipa mengalami kerusakan fisik, abrasi internal, atau terpapar suhu dan bahan kimia ekstrem.
Faktor yang Mempengaruhi Potensi Risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan potensi pelepasan partikel dari pipa PVC lama antara lain:
- Usia pipa yang sangat tua
- Kualitas PVC yang rendah
- Tekanan dan gesekan air yang tinggi
- Paparan sinar UV atau bahan kimia agresif
Perawatan dan inspeksi rutin menjadi kunci untuk meminimalkan risiko tersebut.
Mitos vs Fakta Ilmiah
Banyak kekhawatiran tentang mikroplastik dari pipa PVC masih bersifat spekulatif. Hingga saat ini, bukti ilmiah menunjukkan bahwa kontribusi pipa PVC terhadap mikroplastik dalam air minum relatif kecil dibandingkan sumber lain seperti botol plastik sekali pakai dan limbah plastik lingkungan.







