Sebagai seseorang yang pernah menangani proyek instalasi air bersih di rumah dan kantor, saya sangat familiar dengan berbagai jenis pipa—termasuk pipa PPR.
Saat pertama kali mencoba pipa PPR, saya cukup terkesan dengan kemudahannya dalam pemasangan dan daya tahannya. Namun, seperti semua produk, tentu ada sisi positif dan negatifnya.
Pipa PPR banyak digunakan untuk instalasi air panas dan dingin karena memiliki ketahanan tinggi terhadap tekanan dan suhu.
Di beberapa proyek, kami memilih PPR karena sambungannya lebih aman dengan metode heat fusion, yang menyatu permanen dan bebas bocor jika dilakukan dengan benar.
Selain itu, pipa ini tahan karat dan tidak bereaksi dengan zat kimia, sehingga sangat cocok untuk kebutuhan air bersih.
Namun, dalam pengalaman saya, tantangan terbesar dari pipa PPR adalah proses pemasangannya yang memerlukan alat khusus (mesin pemanas pipa).
Ini tentu menjadi kendala bagi instalasi skala kecil atau DIY (do it yourself). Selain itu, harganya lebih tinggi dibandingkan pipa PVC biasa, terutama pada fitting-nya.
Secara keseluruhan, pipa PPR sangat direkomendasikan untuk instalasi air bersih yang mengutamakan ketahanan jangka panjang dan kualitas air.
Meski ada beberapa kekurangan seperti kebutuhan alat khusus dan harga yang lebih mahal, kualitas yang ditawarkan sepadan dengan investasinya.
Kelebihan Pipa PPR:
- Tahan suhu tinggi hingga 95°C
- Tahan tekanan tinggi dan tidak mudah retak
- Anti karat dan tidak mencemari air
- Sambungan menyatu sempurna (heat fusion)
- Umur pakai bisa mencapai 50 tahun
Kelemahan Pipa PPR:
- Membutuhkan alat pemanas khusus untuk penyambungan
- Harga relatif mahal, terutama untuk fitting
- Tidak fleksibel (sulit dibengkokkan)
- Tidak cocok untuk area terbuka yang terkena sinar UV langsung
- Butuh teknisi berpengalaman untuk pemasangan optimal







